Ternyata selama ini membuang sampah pada tempatnya bukan cara yang tepat untuk mengatasi masalah sampah. Homies harus mulai pilah sampah di rumah dari sekarang. Sebab membuang sampah di tempatnya hanya memindahkan sampah ke tempat lain. Hingga membuat timbunan sampah menggunung di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampai sekarang.

Sampah yang Homies buang tanpa dipilah akan bercampur dan membuatnya sulit untuk diolah juga menghasilkan gas metana yang mudah meledak. Peristiwa ledakan akibat sampah pernah terjadi di TPA Leuwigajah Cimahi pada 21 Februari 2003, menewaskan 157 warga karena tertimbun sampah. Tragedi terbaru adalah kebakaran di TPA Sarimukti Bandung Barat dan di TPA Jatibarang Semarang yang sulit dipadamkan.

Masalah di TPA membuat tempat pembuangan sampah sementara penuh dengan tumpukan sampah yang tidak bisa diangkut. Pemerintah pun menghimbau masyarakat untuk mengurangi jumlah sampah di rumah dengan melakukan 3 R, Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan ulang), dan Recylce (mendaur ulang).

Cara Pilah Sampah di Rumah

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di tahun 2022, sampah rumah tangga jadi sumber yang paling banyak menyumbang timbunan sampah di TPA. Itu berarti dengan memilah sampah di rumah, Homies bisa ikut serta mengurangi volume sampah di TPA.

Secara garis besar sampah terbagi menjadi sampah organik dan anorganik. Namun sebaiknya pecah lagi jadi beberapa kategori, khususnya untuk sampah anorganik. Berikut ini cara pilah sampah di rumah dan masing-masing kategorinya:

Sampah Organik

Sampah yang berasal dari makhluk hidup misalnya, sisa makanan, kulit buah, sisa tulang, cangkang telur, daun kering, juga sayuran yang sudah layu. Setelah terkumpul sampah organik bisa Homies olah menjadi pupuk kompos, yang dapat menyuburkan tanaman di rumah Homies. Sekarang ini Homies bisa membuat komposter dari berbagai macam media. Misalnya menggunakan drum, karung bekas, atau lubang biopori.

Sampah Plastik

Sampah plastik jumlahnya tidak kalah banyak. Karena kita terbiasa menggunakan barang dan kemasan plastic sekali pakai, sampahnya jadi menumpuk dan mudah Homies temukan di mana-mana. Contoh sampah plastik ada botol dan gelas plastik, plastik mika, kemasan sachet (plastik multilayer), dan kantong plastik. Kumpulkan sampah plastic dalam keadaan kering dan bersih. Selanjutnya pisahkan sampah plastik sesuai jenisnya. Supaya lebih rapi dan memudahkan proses daur ulang.

Sampah Kertas

Jenis sampah yang masuk ke kategori ini adalah kertas bekas pakai, koran, kardus, dan karton minuman atau ada juga yang menyebutnya dengan nama tetra pak. Sampah kertas ini nantinya akan melalui proses daur ulang untuk dibuat kembali menjadi kertas yang baru.

Sampah Kemasan Kaca

Homies juga perlu pisahkan sampah kemasan kaca. Botol kaca untuk kemasan saos, kecap, dan sirup, bisa Homies gunakan berulang kali di rumah. Bisa untuk tempat refill atau digunakan untuk hal lain. Sedangkan botol kaca kemasan yang berukuran lebih kecil bisa Homies serahkan ke tempat daur ulang dengan sampah lain yang telah dipilah.

Baca juga : Mengenal Food Preparation dan Tips Melakukannya

Sampah Elektronik

Baterai bekas, lampu rusak, kabel, dan barang elektronik yang sudah tidak terpakai tidak boleh Homies buang begitu saja ke tempat sampah. Karena limbah elektronik tanpa proses pengolahan yang tepat bisa menyebabkan polusi tanah, air, dan udara. Juga memicu penyakit kardiovaskular, kanker, dan kerusakan DNA. Pisahkan tempat penyimpanan limbah elektronik dari jenis sampah yang lain.

Selain itu Homies juga perlu meminimalisir sampah elektronik dengan menyumbangkan barang elektronik yang sudah tidak terpakai tapi masih berfungsi baik atau menjualnya. Jika ada barang yang rusak perbaiki dulu sebelum membeli yang baru.

Sampah Residu

Sampah residu adalah jenis sampah yang tidak dapat didaur ulang dan akan berakhir di TPA. Proses pengolahannya sulit karena sampah sudah bercampur antara yang organic dan anorganik. Misalnya plastic bungkus makanan, kertas nasi, dan tisu. Selain itu sampah seperti bekas popok dan pembalut juga termasuk ke dalam kategori residu. Homies harus pastikan jumlah sampah residu lebih sedikit dibanding kategori sampah lain. Karena tujuan dari memilah sampah ini adalah mengurangi jumlah sampah yang terbuang ke TPA.

Setelah tahu cara pilah sampah di rumah langkah selanjutnya adalah membawa sampah yang akan didaur ulang ke lembaga atau tempat pengolah sampah. Seperti bank sampah, komunitas yang bergerak di dunia daur ulang sampah, dan lain sebagainya.

Selain mulai memilah sampah di rumah, sebaiknya Homies juga mulai kurangi konsumsi dan belanja yang menghasilkan sampah. Akibat penggunaan kemasan-kemasan sekali pakai. Dengan cara membawa tumbler dan tempat makan sendiri. Homies juga bisa gunakan tas jala dan tote bag dari Dialogue Home untuk belanja keperluan sehari-hari. Dengan begitu Homies bisa mengurangi penggunaan kantong plastik.

~NJ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *